palitaliawines.com – PT Pertamina menegaskan komitmen menindak tegas agen dan pangkalan yang terlibat pengoplosan gas LPG ilegal.
Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga distribusi energi tetap sesuai aturan.
Pengoplosan LPG dinilai membahayakan karena berpotensi memicu kebakaran dan ledakan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Pertamina Regional Jawa Barat, Muhammad Ivan.
Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu.
Pertamina memastikan tidak mentoleransi praktik ilegal dalam rantai distribusi LPG.
Baca juga: “Sebanyak 14 Rumah di Jakut Terbakar, Penyebab Korsleting”
“Jika ada agen atau pangkalan terlibat, kami tindak sesuai aturan berlaku,” kata Ivan.
Sanksi yang disiapkan mencakup peringatan keras hingga pemutusan hubungan usaha.
Pertamina menegaskan pengawasan dilakukan secara berlapis di seluruh wilayah.
Bahaya Pengoplosan LPG di Luar Prosedur Resmi
Ivan menjelaskan bahwa pengisian LPG harus dilakukan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE.
SPBE beroperasi dengan standar keselamatan dan prosedur ketat yang diawasi langsung.
Pemindahan gas secara manual sangat berisiko dan tidak memenuhi standar keselamatan.
“Pemindahan manual bisa berdampak kecelakaan atau kebakaran,” ujar Ivan.
Risiko tersebut dapat merugikan pelaku, masyarakat sekitar, dan konsumen akhir.
Pertamina menilai praktik ini mengancam keselamatan publik secara luas.
Selain risiko keselamatan, pengoplosan LPG juga merugikan negara dan konsumen.
Praktik tersebut dapat mengganggu distribusi LPG bersubsidi.
Pengoplosan berpotensi menimbulkan kelangkaan LPG ukuran tertentu di masyarakat.
Imbauan Pertamina kepada Masyarakat untuk Melapor
Pertamina mengimbau masyarakat aktif melaporkan dugaan pengoplosan LPG ilegal.
Laporan dapat disampaikan kepada Pertamina atau langsung ke kepolisian setempat.
Partisipasi publik dinilai penting dalam memutus rantai distribusi ilegal.
Ivan menyatakan Pertamina membuka akses pengaduan seluas-luasnya.
Masyarakat dapat melapor melalui call center Pertamina di nomor 135.
Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
“Jika ada kendala, kami sangat terbuka menerima informasi,” katanya.
Pertamina juga mengaktifkan satuan tugas khusus di pusat dan wilayah.
Satgas bertugas memantau distribusi dan menindak pelanggaran di lapangan.
Pertamina Pastikan Stok LPG dan BBM Aman
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan LPG dan BBM dalam kondisi aman.
Pertamina telah melakukan penambahan pasokan LPG di sejumlah wilayah.
Pangkalan siaga juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Ivan menegaskan langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi.
Pertamina berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh LPG secara legal dan aman.
Pengawasan distribusi akan terus diperketat selama periode rawan permintaan.
Pertamina juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
Koordinasi ini bertujuan mempercepat penindakan terhadap pelaku pelanggaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen tata kelola perusahaan yang baik.
Polisi Bongkar Kasus Pengoplosan LPG di Jakarta Timur dan Depok
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kasus pengoplosan LPG di Jakarta Timur dan Depok.
Kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus.
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini.
“Ada tiga tersangka yang ditangkap,” kata Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.
Tersangka berinisial PBS dan SH ditangkap di Jakarta Timur.
Satu tersangka lain berinisial J ditangkap di wilayah Depok.
PBS dan SH ditangkap pada Kamis, 20 November, di sebuah gudang di Cakung.
Tersangka J ditangkap pada Selasa, 16 Desember, di Kecamatan Cipayung.
Ketiganya diduga melakukan pengoplosan LPG secara ilegal.
Modus Pengoplosan dengan Peralatan Modifikasi
Edy menjelaskan para tersangka menggunakan modus pemindahan isi LPG.
Gas LPG ukuran tiga kilogram dipindahkan ke tabung 12 dan 50 kilogram.
Pemindahan dilakukan menggunakan pipa besi yang telah dimodifikasi.
Alat tersebut berfungsi menyerupai alat suntik pemindahan gas.
Modus ini dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai.
Polisi menilai tindakan tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi mendalami kemungkinan jaringan distribusi yang lebih luas.
Pertamina menyatakan siap mendukung proses hukum yang berjalan.
Komitmen Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
Kasus ini memperkuat komitmen Pertamina dalam menjaga distribusi LPG.
Pengawasan akan diperketat dari hulu hingga hilir.
Pertamina menegaskan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama.
Ke depan, Pertamina akan meningkatkan edukasi kepada agen dan pangkalan.
Edukasi difokuskan pada kepatuhan prosedur dan keselamatan kerja.
Langkah ini diharapkan mencegah praktik ilegal berulang.
Dengan kolaborasi aparat dan masyarakat, distribusi LPG diharapkan tetap aman.
Pertamina menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
Upaya ini menjadi bagian dari perlindungan energi nasional berkelanjutan.
Baca juga: “Tangkap Sindikat Pengoplos LPG di Bali, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Bareskrim Polri”




Leave a Reply