palitaliawines.com – Libur Lebaran 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner lokal, termasuk penjual Sate Maranggi Bah Use. Warung legendaris ini mencatat lonjakan omzet signifikan dibanding hari biasa.
Ani, anak pemilik warung, mengungkapkan peningkatan omzet sekitar 50 persen selama libur Lebaran. Jika dilihat dari jumlah pengunjung, kenaikannya bisa mencapai 50 hingga 70 persen. “Iya, peningkatannya 50 persen dibanding hari-hari biasa, sebenarnya lebih kalau dilihat dari pengunjung,” kata Ani saat ditemui di Purwakarta, Jumat (27/3).
Warung ini berdiri sejak 1997 dan telah menjadi destinasi kuliner favorit wisatawan maupun pemudik. Biasanya, mereka menghabiskan sekitar 30 kilogram daging sapi dan kambing per hari. Namun selama momen Lebaran, jumlah ini melonjak hingga 100 kilogram.
Lonjakan pengunjung juga memengaruhi jam sibuk warung. Biasanya puncak keramaian terjadi saat makan siang. Selama libur Lebaran, pengunjung datang sejak pagi pukul 7. “Kalau ramai pengunjung biasanya jam makan siang, tapi liburan Lebaran ini sudah ramai dari pagi jam 7,” jelas Ani. Warung sendiri buka pukul 08.00 agar siap melayani pengunjung sejak awal.
Baca juga: “BGN Wajibkan SPPG Ikuti Standar Operasional”
Sate Maranggi Bah Use dikenal dengan cita rasa gurih manis dan tekstur daging yang empuk. Selain sate sapi dan kambing, warung ini juga menawarkan ayam bakakak, sop iga sapi, karedok, hingga sambal dadak khas Purwakarta. Kombinasi menu ini menarik wisatawan yang ingin menikmati kuliner autentik Jawa Barat.
Daya tarik warung ini tidak hanya dirasakan wisatawan lokal. Pemudik dari luar kota juga sengaja mampir. Indri (28) dari Jambi misalnya, mengaku menyempatkan diri singgah di Purwakarta untuk mencicipi kuliner ini. “Mudik ke Bandung sambil silaturahmi. Kebetulan pengen ke sini, teteh aku sering kesini,” ujar Indri.
Warung ini berlokasi di Desa Cihuni, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta. Letaknya strategis di jalur arteri, membuat pengunjung yang melintas bisa rehat sejenak sambil menikmati kuliner khas dengan pemandangan persawahan yang sejuk. Kombinasi lokasi, rasa, dan reputasi menjadikan warung ini salah satu tujuan favorit di momen libur panjang.
Fenomena lonjakan omzet ini menegaskan bahwa kuliner tradisional tetap diminati, terutama saat momen libur dan mudik. Bagi pemilik usaha, liburan Lebaran menjadi peluang penting untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan cita rasa lokal kepada wisatawan.
Selain aspek ekonomi, momen ini juga menjadi sarana silaturahmi. Para pemudik dan wisatawan tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana, tradisi, dan pengalaman kuliner yang autentik. Warung-warung seperti Sate Maranggi Bah Use mampu menggabungkan nilai budaya dan bisnis kuliner, menjaga eksistensi kuliner lokal di era modern.
Lonjakan pengunjung dan omzet saat libur Lebaran menunjukkan potensi ekonomi besar yang dimiliki kuliner tradisional. Strategi pelayanan sejak pagi, kualitas menu, serta lokasi strategis menjadi faktor kunci keberhasilan warung ini. Bagi pemudik maupun wisatawan, menikmati kuliner khas Purwakarta menjadi pengalaman yang tak terlupakan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha lokal.




Leave a Reply