palitaliawines.com – Jerawat yang terus muncul meski sudah mencoba berbagai skincare bisa jadi dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Kulit sehat tidak hanya ditentukan oleh perawatan luar, tapi juga nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.
Menurut dr. Ridhima Arora, beberapa jenis makanan dapat memicu tiga faktor utama penyebab jerawat: lonjakan insulin, ketidakseimbangan hormon, dan peradangan. Faktor-faktor ini bekerja bersama sehingga kelenjar minyak di kulit menjadi terlalu aktif dan pori-pori tersumbat.
Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan termasuk yang paling perlu diwaspadai. Contohnya adalah roti putih, mi instan, minuman manis, dan biskuit. Jenis makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi yang menyebabkan gula darah naik drastis. Lonjakan gula darah memicu peningkatan hormon insulin, yang kemudian merangsang produksi androgen. Akibatnya, kelenjar minyak kulit memproduksi sebum berlebih, yang mempermudah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Selain itu, produk susu tertentu juga berpotensi memicu jerawat. Dr. Ridhima menekankan bahwa susu formula atau skim bisa lebih bermasalah dibandingkan susu sapi biasa. Kandungan protein whey dan hormon pertumbuhan di dalamnya dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Sebagai langkah awal, ia menyarankan untuk menghindari susu skim selama enam minggu untuk mengevaluasi perubahan pada kulit.
Di sisi lain, ada berbagai makanan yang bisa membantu meredakan jerawat dari dalam tubuh. Kuncinya adalah memilih makanan yang bersifat antiinflamasi dan kaya nutrisi yang mendukung kesehatan kulit.
Baca juga: “Serial Harry Potter Dapat Teaser Perdana dari HBO”
Makanan kaya omega-3, seperti kacang kenari, biji rami, dan ikan berlemak, terbukti menenangkan peradangan. Nutrisi ini membantu mengurangi iritasi dan kemerahan yang muncul akibat jerawat. Selain itu, makanan tinggi zinc, seperti biji labu dan berbagai jenis kacang-kacangan, membantu melawan bakteri penyebab jerawat dan mendukung regenerasi kulit.
Makanan kaya antioksidan juga penting untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. Sayuran seperti bayam, wortel, dan tomat membantu melawan radikal bebas, meningkatkan daya tahan kulit, dan mempercepat penyembuhan jerawat. Untuk minuman, teh hijau menjadi pilihan alami karena mampu mengurangi produksi minyak berlebih atau sebum.
Dr. Ridhima menekankan bahwa pola makan sehat perlu dikombinasikan dengan perawatan kulit yang tepat. Fokus hanya pada skincare mungkin tidak cukup jika faktor internal seperti hormon dan nutrisi tidak diperhatikan. Memperbaiki pola makan dapat mempercepat pemulihan kulit dan mengurangi frekuensi jerawat muncul.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat secara keseluruhan—cukup tidur, hidrasi yang cukup, dan olahraga teratur—juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan kulit. Kombinasi perawatan luar dan nutrisi yang tepat dapat menciptakan hasil yang lebih optimal dibandingkan fokus pada salah satu aspek saja.
Jika jerawat terus muncul meski sudah rutin memakai skincare, penting untuk meninjau kembali asupan makanan sehari-hari. Mengurangi gula, karbohidrat olahan, dan produk susu tertentu, sambil menambahkan makanan antiinflamasi, omega-3, zinc, dan antioksidan, dapat membantu kulit lebih sehat. Pendekatan “dari dalam dan luar” ini menjadi strategi holistik untuk mengatasi jerawat dan menjaga kulit tetap bersih dan seimbang.
Baca juga: “14 Masker untuk Menghilangkan Bekas Jerawat yang Efektif “




Leave a Reply