Ribuan peserta ajang Mandalika Last Sunday Run menunjukkan kepedulian sosial melalui donasi bagi korban banjir di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu pagi. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara lari santai yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan kepedulian kemanusiaan.
Donasi yang dihimpun ditujukan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir mengalami bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Melalui ajang ini, peserta turut berkontribusi membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
Baca juga: “Netizen Soroti Duel Doncic vs Wembanyama Jelang Natal”
Chairman Mandalika Last Sunday Run 2025, Rully Habibie, menyebutkan jumlah peserta mencapai sekitar 1.200 orang. Ia menjelaskan bahwa penghitungan total donasi masih berlangsung hingga acara berakhir. Meski demikian, panitia berharap sumbangan tersebut dapat memberi manfaat nyata.
“Peserta mencapai 1.200 orang. Donasi yang terkumpul belum kami hitung,” kata Rully Habibie di Lombok Tengah. Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan membantu warga terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Selain donasi dari peserta, panitia juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lokal. Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar kawasan Mandalika. Gerai makanan dan minuman lokal turut meramaikan area sirkuit sejak pagi hari.
Mandalika Last Sunday Run digelar dengan konsep festival yang terbuka dan inklusif. Panitia menghadirkan pertunjukan musik dari DJ untuk menciptakan suasana meriah. Beragam kafe kopi dan tenant kuliner turut melengkapi pengalaman peserta dan pengunjung.
Ajang lari ini mempertandingkan dua kategori jarak, yakni 4,3 kilometer dan 10 kilometer. Kedua kategori dirancang agar dapat diikuti oleh pelari pemula maupun penggemar lari rekreasional. Peserta juga diberi kesempatan menikmati lintasan balap kelas dunia secara langsung.
Rully Habibie menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Mandalika Grand Prix Association. MGPA berupaya memaksimalkan pemanfaatan sirkuit sepanjang tahun. Sirkuit tidak hanya difungsikan untuk balapan, tetapi juga kegiatan olahraga dan wisata.
Melalui Mandalika Last Sunday Run, peserta merasakan sensasi berlari di lintasan balap internasional. Pengalaman ini jarang ditemui dalam ajang lari lainnya di Indonesia. Suasana santai menjadi ciri utama kegiatan tersebut.
“Ini lari santai. Peserta bisa berswafoto bersama teman maupun keluarga,” ujar Rully. Menurutnya, konsep tersebut membuat ajang ini ramah bagi semua kalangan usia.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat. Event olahraga dinilai mampu menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut meningkatkan eksposur Mandalika.
Selain pariwisata, Mandalika Last Sunday Run juga mendukung pengembangan atlet daerah. Ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mulai aktif berolahraga. Panitia berharap minat terhadap olahraga lari semakin meningkat di NTB.
Rully memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada tahun depan. Mandalika Last Sunday Run dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2026. Panitia berencana menghadirkan konsep baru yang lebih inovatif.
“Tahun depan kembali digelar dengan konsep berbeda,” kata Rully. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menarik lebih banyak peserta dan wisatawan.
Dengan memadukan olahraga, hiburan, dan aksi sosial, Mandalika Last Sunday Run menunjukkan potensi besar event berbasis komunitas. Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi. Ke depan, Mandalika diharapkan terus berkembang sebagai pusat sport tourism nasional.
Baca juga: “Berlari Sehat dan Peduli, Ribuan Pelari Ikuti Mandalika Last Sunday Run 2025”




Leave a Reply