Pemerintah Bahas Ulang Aturan Amnesti dan Abolisi 2025

Pemerintah Bahas Ulang Aturan Amnesti dan Abolisi 2025

palitaliawines.com – Pemerintah bahas soal batas antara keadilan hukum dan kepentingan politik yang memunculkan kembali diskursus publik karena pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski kedua tokoh menyampaikan rasa syukur atas pengampunan tersebut Tom Lembong bahkan menyebut, “Tuhan bekerja dengan cara-cara yang tak terduga” keputusan ini menimbulkan tanda tanya serius terkait praktik penegakan hukum yang ideal di negara hukum.

“Baca juga : Global Firepower 2025 ASEAN Perbarui Kekuatan Militer”

Pemberian amnesti dan abolisi merupakan hak prerogatif Presiden yang diatur dalam Pasal 14 UUD 1945. Secara konstitusional, keputusan ini memang sah, dan hanya memerlukan pertimbangan dari DPR. Amnesti yang diterima Hasto Kristiyanto menghapus seluruh akibat hukum pidana atas kasus yang menjeratnya.

Sementara itu, abolisi yang diterima Tom Lembong mengakhiri proses penuntutan sebelum vonis pengadilan dijatuhkan. Namun, apakah kebijakan ini murni untuk kepentingan keadilan atau mengandung muatan politik?

Dalam praktiknya, hukum kerap tunduk pada dinamika politik. Pernyataan klasik “Politiæ legibus, non leges politiis adaptandæ” politik harus tunduk pada hukum, bukan sebaliknya sering kali hanya menjadi idealisme.

Dalam kondisi penegakan hukum yang belum sepenuhnya independen, fenomena judicial caprice atau ketidakpastian hukum marak terjadi. Hal ini memunculkan keraguan publik terhadap integritas putusan pengadilan dan membuka celah bagi intervensi kekuasaan.

Meskipun tindakan Presiden memiliki legitimasi konstitusional, bukan berarti tanpa implikasi. Salah satu pertanyaan yang mencuat adalah, bagaimana nasib pelaku lain yang didakwa melakukan tindak pidana serupa, khususnya mereka yang tidak memiliki posisi strategis di pemerintahan? Dalam kasus Tom Lembong, jika proses hukum terhadapnya dihentikan, apakah adil jika pihak swasta yang terlibat tetap diadili?

Dinamika Amnesti dan Abolisi: Antara Keadilan Hukum dan Kepentingan Politik

Polemik ini semakin kompleks mengingat dasar hukum pemberian amnesti dan abolisi masih mengacu pada UU Darurat No. 11 Tahun 1954. Undang-undang ini dibuat dalam konteks pasca-konflik dengan Belanda dan sudah sangat tidak relevan dengan kondisi saat ini. Meski KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang akan berlaku pada 2026 mulai memuat ketentuan tentang pengampunan, namun belum cukup memberi batasan objektif dan transparan dalam implementasinya.

Dalam KUHP baru, Pasal 132 ayat (1) huruf h menyatakan bahwa pemberian amnesti dan abolisi menggugurkan kewenangan penuntutan. Sedangkan Pasal 140 menyebutkan bahwa kewenangan pelaksanaan pidana gugur jika diberikan grasi atau amnesti. Ketentuan ini mengukuhkan bahwa tindakan presiden berdampak langsung pada jalannya proses hukum. Namun, tak adanya pedoman teknis dan parameter yuridis membuat keputusan pengampunan berpotensi menjadi alat politik, bahkan legitimasi impunitas.

Demi menjamin keadilan yang tidak selektif, urgensi Rancangan Undang-Undang Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi (RUU GAAR) menjadi sangat penting. Sejak 2022, naskah akademik RUU ini telah disusun, namun hingga kini belum dituntaskan. Tanpa regulasi yang tegas dan objektif, pemberian GAAR bisa menjadi pedang bermata dua: memberi keadilan, atau membuka peluang penyalahgunaan kekuasaan.

Sebagai perbandingan, Pasal 35 ayat (1) huruf c UU Kejaksaan sudah memungkinkan Jaksa Agung mengesampingkan perkara demi kepentingan umum. Namun, definisi “kepentingan umum” pun masih multitafsir dan rawan digunakan secara politis. Maka, parameter objektif dalam pemberian GAAR menjadi mutlak.

Dalam konteks penyertaan tindak pidana (delneming), pengampunan kepada satu pelaku bisa menimbulkan ketimpangan. Jika Tom Lembong dikeluarkan dari proses hukum melalui abolisi, tapi pelaku lainnya tetap diadili, ini bisa menciptakan ketidakadilan struktural. Hukum harus berlaku setara bagi semua warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan jabatan atau afiliasi politik.

Menuju Regulasi Pengampunan yang Berkeadilan

Diperlukan keberanian politik dan integritas kelembagaan untuk memastikan bahwa presidential pardon tidak digunakan sebagai instrumen kekuasaan semata. Pemerintah bahas kembali dengan DPR dan harus segera merampungkan RUU GAAR agar pemberian pengampunan memiliki dasar hukum yang kuat, obyektif, dan transparan.

Seperti yang dikatakan dalam postulat hukum kuno, Veniae facilitas incentivum est delinquendi—kemudahan dalam pemberian pengampunan bisa menjadi insentif untuk melakukan kejahatan. Maka, pengampunan seharusnya bukan hadiah politik, melainkan bagian dari sistem hukum yang adil dan akuntabel.

“Baca Juga : Pencuri Kalung Berlian Beraksi di Mal Kelapa Gading”

Kasus Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong menjadi pengingat bahwa sistem pengampunan presiden membutuhkan pembaruan hukum. Tanpa regulasi yang memadai, tindakan prerogatif presiden dapat menimbulkan dugaan politisasi dan ketidakadilan hukum. Ke depan, pemerintah bahas ulang RUU GAAR harus menjadi prioritas agar tidak hanya hukum yang tunduk pada politik, tetapi politik juga tunduk pada hukum yang berkeadilan dan menjunjung prinsip negara hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

menang taruhan mpoturbo MPOTURBO pso999 dadu666 mpoturbo dadu666 dadu666 bukitmpo mpoturbo pso999 pso999 pso999 heroslot77 dadu666 mpoturbo mpoturbo dadu666 heroslot77 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 pso999 dadu666 judi bola siru gadget PSO999 dadu666 a fast buy dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 dadu666 ojktoto dadu666 elit global scottie's on the river dadu666 dadu666 mpoturbo dadu666 dadu666 penangors bukitmpo dadu666 dadu666 dadu666 staronaso masakan nusantara dadu666 dadu666 mpoturbo mpoturbo mpoturbo togel 4d mpoturbo happympo login ban khusus ev yogurt coffee tanda katarak pada anak kemangi rawat kulis sensitif dean james wna malaysia overstay suzuki burgam street 125 katalog elektronik garmin venu 3s kencan keuangan uniqlo destinasi favorit kecanduan gawai bunga lili martabak manis koperasi merah putih mpoturbo Akses Situs Resmi Terpercaya 2025 koperasi merah putih koperasi merah putih koperasi koperasi desa koperasi mpoturbo koperasi koperasi desa merah putih koperasi desa koperasi kgw88 kgw88 koperasi koperasi nasional koperasi koperasi koperasi desa koperasi koperasi koperasi syariah prabowo mengatakan warga desa otomatis masuk koperasi merah putih mpoturbo catmera kingymab GrandpasCellar helvetia sidamanik ajibata johor tobadream siantarmen tanggerang rawanberita hobigosip otakbuku selatsunda duniafinansial portaltekno wawasandigital hobidangaya ekosistembisnis kreatifnusantara solusicerdas bandaneira mpoturbo situs slot mpoturbo slot 777 Epic Media Experiences Daftar akun mpoturbo situs permainan online terpercaya Login mpoturbo situs resmi dengan layanan terpercaya mpoturbo mpoturbo platform permainan online resmi kgw88 mpoturbo mpoturbo dewan koperasi indonesia mpoturbo heroslot77 autompo autompo autompo autompo kgw88 heroslot77 happympo heroslot77 mpoturbo heroslot77 mpoturbo happympo mpoturbo mpoturbo kgw88 kgw88 autompo autompo mpoturbo mpoturbo happympo happympo happympo heroslot77 heroslot77 heroslot77 kgw88 happympo happympo heroslot77 heroslot77 PSO999 PSO999 PSO999 PSO999 mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo bukitmpo bukitmpo bukitmpo autompo koperasi desa koperasi desa merah putih koperasi SMARTPHONE ekspedisi journal bandung Mahjong Wins melalui Analisis Dinamika Permainan Digital Menafsirkan Pola RTP di Tengah Ritme Permainan yang Terus Berubah Mengikuti Ritme dan Pola Dinamis di Kasino Online Pendekatan Data dan Variasi Hasil dalam Sistem Permainan Modern Mahjong dalam Perspektif Analisis Data dan Pola Dinamis Bermain saat RTP Live Berada dalam Kondisi Fluktuatif Mendorong Stabilitas dan Performa Industri Game Digital untuk Meningkatkan Peluang di Era Kasino Online Modern Menyesuaikan Diri dengan Pola Permainan Digital yang Terus Berubah melalui Optimalisasi Data Real Time yang Lebih Terarah melalui Analisis Ritme Spin pada Robotic Bitcoin Menjaga Stabilitas Ekosistem Permainan Digital di Tengah Perkembangan Robotic Digital yang Pesat Berbasis AI untuk Menciptakan Analisis yang Lebih Cerdas melalui Distribusi Aktivasi Simbol yang Lebih Dinamis melalui Penyesuaian Pola Respons Pemain yang Dinamis Meningkatkan Kinerja Ekosistem PG Soft Modern melalui Pendekatan Data yang Lebih Adaptif dan Terukur untuk Menciptakan Stabilitas Permainan yang Lebih Konsisten Sistem Permainan Digital yang Lebih Responsif Bitcoin melalui Pendekatan Data yang Lebih Mendalam Efektivitas Analisis RTP pada Platform PG Soft Menghadapi Perubahan Perilaku Pemain yang Dinamis Pengembangan Sistem Permainan Digital Berbasis Respons Dinamis Pemain Optimalisasi Ekosistem PG Soft dengan AI dan Data Real Time Modern Analisis Adaptif Pola Permainan Robotic Bitcoin Berbasis Data Terukur Strategi Interaksi Sistem Digital untuk Stabilitas Permainan Konsisten Evolusi RTP Live dalam Meningkatkan Responsivitas Sistem Permainan Digital Studi Mendalam Performa Robotic Bitcoin melalui Analitik Data Modern Peran AI dalam Meningkatkan Akurasi Analisis RTP di Platform PG Soft Adaptasi Sistem Digital terhadap Perubahan Dinamis Perilaku Pemain Permainan Digital Berbasis Respons Dinamis Perilaku Pemain PG Soft melalui Integrasi AI dan Data Real Time Modern Permainan Robotic Bitcoin dengan Pendekatan Data Terukur Digital dalam Mencapai Stabilitas Permainan yang Konsisten Meningkatkan Responsivitas Sistem Permainan Digital Performa Robotic Bitcoin Berbasis Data Modern Meningkatkan Akurasi Analisis RTP pada Platform PG Soft terhadap Dinamika Perubahan Perilaku Pengguna