palitaliawines.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengimbau wisatawan tidak menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun.
Imbauan ini mengikuti arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo terkait perayaan Tahun Baru 2026.
Pemerintah daerah menilai larangan tersebut penting demi keselamatan pengunjung dan masyarakat setempat.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, menyampaikan imbauan resmi di Jakarta.
Ia meminta wisatawan mematuhi aturan pelarangan kembang api dan petasan.
“Aturan ini dibuat demi keselamatan bersama,” kata Sonti, Sabtu.
Baca juga: “Ribuan Sawit dan Telur Kepiting Ilegal Dimusnahkan Karantina Kalsel”
Menurutnya, penggunaan kembang api berisiko menimbulkan kebakaran dan kecelakaan.
Risiko tersebut meningkat di wilayah kepulauan dengan permukiman padat dan ekosistem pesisir.
Pemerintah ingin mencegah kejadian yang dapat merugikan wisatawan dan warga.
Ajakan Rayakan Tahun Baru Tanpa Merusak Lingkungan
Sonti mengajak wisatawan menyambut Tahun Baru 2026 dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.
Ia mendorong perayaan sederhana tanpa aktivitas berbahaya.
Menurutnya, suka cita pergantian tahun tidak harus diiringi kembang api.
Ia juga mengingatkan wisatawan untuk menaati seluruh aturan keselamatan selama berwisata.
Kepatuhan tersebut mencakup penggunaan fasilitas umum dan aktivitas di kawasan pantai.
Wisatawan diminta menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Kepulauan Seribu.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan.
Dukungan wisatawan dianggap berperan besar dalam menjaga daya tarik destinasi.
Lingkungan yang bersih dinilai menentukan kenyamanan dan keberlanjutan pariwisata.
Kebijakan Pemprov DKI Terkait Perayaan Tahun Baru
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan tidak ada pesta kembang api di Jakarta.
Kebijakan tersebut berlaku pada malam Tahun Baru 2026.
Pemerintah Provinsi DKI memilih atraksi alternatif yang dinilai lebih aman.
“Saya memutuskan kembang api tidak perlu ada,” kata Pramono.
Ia menyebut pertunjukan drone sebagai pilihan pengganti.
Menurutnya, atraksi tersebut lebih tertib dan minim risiko.
Kebijakan ini menjadi acuan bagi wilayah administrasi di bawah Pemprov DKI Jakarta.
Kepulauan Seribu sebagai daerah tujuan wisata turut menyesuaikan kebijakan tersebut.
Pemerintah berharap kebijakan seragam dapat dipatuhi seluruh masyarakat.
Peran Aparat Kepolisian dalam Menjaga Kebersihan
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata.
Menurutnya, masalah sampah masih menjadi tantangan di kawasan kepulauan.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan,” kata Argadija, Jumat.
Ia menilai kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Aparat, pelaku usaha, dan wisatawan diminta berperan aktif.
Argadija mengimbau pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.
Ia mendorong pembiasaan perilaku ramah lingkungan selama berwisata.
Langkah ini diharapkan mengurangi pencemaran laut dan pantai.
Kepulauan Seribu sebagai Destinasi Wisata Prioritas
Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan salah satu destinasi unggulan DKI Jakarta.
Wilayah ini dikenal dengan wisata bahari dan ekosistem pesisir.
Kebersihan dan kenyamanan menjadi faktor utama daya tarik wisata.
Pemerintah daerah memasukkan upaya ini dalam program Jaga Jakarta.
Program tersebut bertujuan menjaga kualitas lingkungan dan ruang publik.
Kepulauan Seribu dipandang memiliki nilai strategis bagi pariwisata ibu kota.
“Seluruh pihak memiliki peran penting merawat lingkungan pesisir,” kata Argadija.
Ia menegaskan perlindungan lingkungan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Harapan Ke Depan untuk Wisata Aman dan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berharap imbauan ini dipatuhi seluruh wisatawan.
Kepatuhan dinilai dapat menciptakan perayaan tahun baru yang aman dan tertib.
Lingkungan yang terjaga akan memberi pengalaman positif bagi pengunjung.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat edukasi wisata berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan wisatawan terus didorong.
Langkah ini diharapkan menjaga Kepulauan Seribu tetap lestari dan nyaman dikunjungi.




Leave a Reply